About

Perjalanan yang Dimulai dari Sebuah Pembatalan

Cerita Berdirinya Mind Expedition

Mind Expedition lahir bulan Juli 2021, di tahun kedua masa pandemi.

Kami merencanakan outdoor camp: peserta diundang, lokasi ditentukan, tanggal ditetapkan. Menjelang hari pelaksanaan, pembatasan diberlakukan lagi. Camp batal.

Tapi satu tahun itu telah mengajarkan satu hal: ada satu ruang yang tidak pernah bisa ditutup oleh kebijakan apa pun — pikiran manusia. Camp itu kami ubah menjadi kelas virtual, dan puluhan peserta tetap bergabung. Mereka datang bukan untuk pergi jauh, melainkan untuk masuk lebih dalam.

Sejak itu kami tumbuh dengan satu tujuan yang tidak berubah.

mind expedition 2021 picture 01

Nita Elvira

Tahun 1987, di usia 16 tahun, Nita mengikuti ekspedisi sepuluh hari ke Gunung Rinjani bersama Sadagori. Sepanjang perjalanan ia berkata pada dirinya sendiri: akan ada cerita kehidupan yang ia bawa pulang dari sana.

Ia belum tahu ceritanya akan sepanjang apa.

Dua puluh delapan tahun kemudian, melalui proses coaching, Nita menemukan tiga core values dirinya: Learning, Integrity, Contribution. Ia menangis berat hari itu — bukan karena sedih, melainkan karena akhirnya bisa membahasakan sesuatu yang selama ini dijalani tanpa nama.

Integrity, baginya, bukan sekadar kejujuran. Artinya menjadi diri sendiri, bukan hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Utuh, otentik, apa adanya. Itu yang membuat seseorang bisa bertumbuh.

Selama 25 tahun Nita berkarier di korporasi multinasional. Ia mendapat kesempatan menjalankan peran di Customer Development Academy — pekerjaan dari A sampai Z, dari konseptor program sampai tandem selling bersama Sales Force, masuk ke toko-toko di pasar becek dan berinteraksi langsung dengan Tuan Toko. Peran itu sangat ia maknai.

Tahun 2023 Nita kembali mendaki Rinjani. Bukan untuk mencari sesuatu yang baru, melainkan untuk memastikan sesuatu yang lama. Ia turun dengan satu kalimat di kepala: “Saya sudah tepat selama ini menggelar arena itu!” 

Purpose Nita:Saya adalah mitra terbaik Anda menemukan cakrawala baru untuk kehidupan yang penuh makna.”

 

Vicky Gosal

Vicky mendirikan Karash Adventure & Training pada 1991, ketika pemanduan gunung profesional belum menjadi profesi di Indonesia. Ia lulusan Desain Grafis ITB, dan Pembina APGI — Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia.

Latar desain dan dunia gunung itu bukan dua hal terpisah dalam dirinya.

Di Ungaran, Jawa Tengah, ada arena high rope yang bermula dari sketsa di atas kertas — rancangan Vicky. Yang membangunnya masyarakat setempat, dibekali komunikasi efektif. Gambar itu berdiri menjadi arena sungguhan.

Ia juga mendirikan Kiara Advertising. Di sanalah keahlian merancangnya terus hidup sebagai profesi — sementara di gunung, keahlian yang sama menemukan medan yang berbeda.

Core values Vicky: Development, Adventure, Otentisitas. Ketiganya bertemu sekaligus di arena Ungaran itu.

Apa yang Kami Yakini

Di dunia pendakian, semua perhatian tertuju ke puncak. Turun sering dianggap sisa perjalanan.

Descent with Meaning — salah satu sesi dalam program kami — menaruh perhatian justru di situ. Bukan berapa banyak gunung yang Anda daki, melainkan: apa makna yang Anda peluk dan genggam erat ketika pulang dari ekspedisi itu?

Anak berusia 16 tahun di Rinjani itu sudah melakukannya, tiga puluh tahun sebelum ada namanya. Yang berbeda: ia butuh dua puluh delapan tahun untuk memahaminya.

Anda tidak perlu menunggu selama itu.